Download sebagai PDF

Reader Guide (petunjuk pembaca)

Terima kasih telah mengunjungi blog ini. Sebagian kata2 di blog ini tertulis berwarna biru bukan berupa link tapi hanya keterangan ataupun catatan penting terkait kata tersebut. Jadi cukup arahkan kursor ke kata tersebut maka akan muncul keterangannya. Contohnya seperti ini :

arahkan ke siniini contoh keterangan yang muncul ketika kursor di arahkan

(ingin membuat artikel seperti ini di blog anda? klik di bagian 'internet' di blog kami, Info Kita)

Tentang Blog ini
Blog ini diterbitkan semata-mata mengharap keridhoan dari Allah. Semoga dakwah islam yang sebenarnya dapat tersebar. Kami mendesain Blog ini sesimple mungkin agar memudahkan saudara kita yang haus akan ilmu tetapi mempunyai koneksi yang minim.
Di blog ini anda akan mengetahui bagaimana islam itu, mengapa terpecah belah, bagaimana yang benar, dan masih banyak yang lain. Yang semuanya berdasarkan al-Qur'an dan As-Sunnah yang shohih in sya'alloh. Wabillahit Tawfiq
JANGAN LUPA TINGGALKAN PESAN YA...

Minggu, 28 Agustus 2011

Pendekar Neraka

6.2 Pendekar Neraka

Suatu hari satu pertempuran telah berlaku di antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Kedua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua-dua pihak pulang ke markas masing-masing.

Di sana Nabi Muhammad S.A.W dan para sahabat telah berkumpul membincangkan tentang pertempuran yang telah berlalu itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di ruang mata. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka iaitu, Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia kelihatan seperti seekor singa yang lapar membaham mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut ketika itu.

"Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman," kata salah seorang sahabat.

Mendengar perkataan itu, Rasulullah pun menjawab, "Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka."

Para sahabat menjadi heran mendengar jawapan Rasulullah itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam boleh masuk dalam neraka. Para sahabat berpandangan antara satu sama lain apabila mendengar jawaban Rasulullah itu.

Rasulullah sadar para sahabatnya tidak begitu percaya dengan ceritanya, lantas baginda berkata, "Semasa Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya."

"Dia melakukan perbuatan itu adalah kerana dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan kerana berlawan dengan musuhnya, tetapi membunuh dirinya sendiri. Melihatkan keadaannya yang parah, ramai orang menyangka dia yang akan masuk syurga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka."

Menurut Rasulullah S.A.W lagi, sebelum dia mati, Qotzman sempat mengatakan, katanya, "Demi Allah aku berperang bukan kerana agama tetapi hanya sekadar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak karena itu, aku tidak akan berperang."

Riwayat ini telah dirawikan oleh Luqman Hakim.

Kisah Lima Perkara Aneh

6.1 Kisah Lima Perkara Aneh
    Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahwa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.
   Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang egkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya."
Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."
Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Ketika ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'.
Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut.
Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disadari oleh Nabi itu yang mangkuk emas itu keluar lagi dari tempat ia ditanam.
Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia mrlihat seekor burung elang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku."
Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung elang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku."

Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, iaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.
Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan mengcium bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahukan di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku arti semuanya ini."
Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah bahwa, "Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.
Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah."
Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa saja berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah membicarakan hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka membicarakan hal orang lain. Haruslah kita ingat bahwa membicarakan hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadits mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu."
Maka berkata Allah Subhanahu Wa Ta'ala, "Ini adalah pahala orang yang menggunjing tentang dirimu." Dengan ini haruslah kita sadar bahwa walaupun apa yang kita katakan itu memang benar, tetapi menggunjing itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan membicarakan hal orang walaupun itu benar.

Perpecahan Ummat Islam

1.4 Perpecahan kaum Muslimin

    Umat islam mempunyai asas & dasar pedoman yang satu yaitu Qur'an & Hadits, lalu bagaimana bisa mereka berpecahbelah menjadi sekian banyak kelompok? Penyebab utama perpecahan ini adalah perbedaan pemahaman dalam menafsirkn Al-Qur'an & As-Sunnah tsb. Memang, semua orang mempunyai cara paham yg berbeda, tetapi di antara mereka ada yg bagus, ada yg berlebihan, & ada pula yg melenceng, ini yg harus kita perhatikan. Berarti untuk menyatukan umat islam ini di butuhkan satu cara paham & satu rujukan yg benar & terjamin dalam memahami Qur'an & Hadits.
    Satu2nya golongan yang pantas menjadi rujukan tsb adalah para sahabat Rosululllohsahabat adalah siapa yang pernah bertemu dengan Rosululloh dan beliau masih hidup dalam keadaan Islam, dan meninggal di atas Islam. Mengapa harus para sahabat? Karena banyak faktor. Di antaranya bahwa para sahabat itu memahami al-Qur'an & Al-Hadits langsung dengan bimbingan Sang Pembawa Syari'at Islam, Nabi Muhammad. Kemudan juga, mereka telah mendapat rekomendasi yg paten dari Robb Pemilik jagad raya, sebagaimana firmanNya:
    "Orang2 yg terdahulu lagi yg pertama (masuk islam) dari  kalangan Muhajiriin dan Anshor dan orang2 yg mengikuti mereka dengan baik, Allah telah ridho terhadap mereka & mereka pun ridho kepada Alah & Allah menyediakan bagi mereka surga2 yg mengalir di bawahya sungai2; mereka kekal di dalamnya selama2nya. Itulah kemenangan yg besar."[At-Taubah : 10]
    Muhajirin & Anshor tidak lain adalah sebutan bagi para sahabat, kkarna tidak ada yg mempunyai sebutan seperti itu di muka bumi ini selain mereka. Kemudian keridhoan Allah kepada orang2 yg mengikuti mereka. Keridhoan Allah ini sdah pasti di berikan kepada satu golongan yg masuk surga dari 73 golongan tadi. Hal ini dikuatkan oleh sabda Nabi yg telah lewat tadi
    "Ummatku akan berpecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali 1 saja. Yaitu (golongan) yang berada diatas apa yg aku dan para sahabatku berada di atasnya." dan juga sabda beliau:
    "Sebaik2 generasi adalah generasiku (sahabat), kemudian yg setelah mereka(tabi'in), -dalam sebagian riwayat- kemudian yg setelah mereka(tabi'ut tabi'in)."
    Ajaran islam ini seperti sungai yg melewati pemukiman2. Sungai tersebut adalah ajaran islam seiring dengan waktu, dan pemukiman2 itu adalah generasi2 manusia. Setiap kali sungai itu melewati sebuah pemukiman, ia akan bertambah kotor dan bertambah kotor, padahal sebagaimana kita ketahui ada sangat banyak sekali pemukiman yg di lewati olehnya. Bisa anda bayangkan betapa kotor air yg didapati oleh pemukiman2 yg terakhi. inilah yg terjadi pada zaman kita sekarang ini, ajaran islam sudah banyak mengalami perubahan, pengurangan, & penambahan yg di lakukan oleh orang2 yg ingin merusak islam. Coba anda pikirkan siapakah yg mendapati air itu masih dalam keadaaan jernih? Tentu jawabanya adalah para sahabat. Maka jika kita ingin melihat air yg masih jernih, kita harus melhat dari para sahabat kemudian  yg setelah mereka yaitu para tabi'in, & kemudian tabi'ut tabi'n.
    Dari sinilah kita bisa merujuk (bahkan harus)dikatakan "harus" jika kita ingin umat islam ini bersatu & tidak berpecahbelah sehingga kita semua berpijak dan merujuk serta memahami dengan paham yg satu yaitu cara pahamnya para sahabat & mengikuti pemahaman para sahabat. Masih banyak faktor2 & dalil2 lain dari Qur'an maupun Sunnah yg menjelaskan tentang patutnya mereka untuk menjadi qudwah/panutan. Sungguh benar Rosululloh ketika beliau bersabda:
    "Sesungguhnya siapapun dari kalian yg hidup setelahku, akan melihat perselisihan/perbedaan yg banyak..." seraya memberi solusinya kepada kita agar tetap di atas kebenaran:
    "Maka kalian harus bersama sunnahku dan sunnah para Khulaf'ur RosyidiinKhulafa'ur Rosyidun adalah pemimpin umat islam sepeninggal Rosul yg mendirikan syari'at islam dan mendapat petunjuk. Mereka berjumlah 4 orang yaitu (sesuai masa kekholifahannya):
1-Abu Bakar Ash-Shiddiq
2-Umar bin Khothob
3-Utsman bin 'Affan
4-Ali bin Abi Tholib
sepeningalku. Berpegangteguhlah dengan keduanya & gigitlah dengan geraham kalianmaksudnya jangan sampai terlepas, ini menunjukkan tawkid/penguat untuk perintah berpegangteguh dengan keduanya

As-Sunnah

1.3 As-Sunnah
  
    As-Sunnah (yaitu Hadits) artinya -jika digabungkan dengan kata2 AlQur'an- adalah apa2 yg disandarkan kepada Rosul berupa perkataan, perbuatan, sifat, maupun taqriradalah tiap apa2 yg disandarkan kepada Rosul berupa perkataan, perbuatan, sifat, maupun yaitu sikap Rosul membenarkan sebuah perbuatan yg beliau saksikan, tdk menyalahkannya, tdk pula menegur pelakunya, contohnya:
hadits yg masyhur, ketika Rosululloh berada di padang pasir bersama para sahabatnya, kemudian mereka menemukan binatang dhobb (sejenis biawak), lantas mereka menawarkannya pada Nabi tapi Nabi menolak, maka mereka pun memakannya tapi Nabi tidak menegur mereka sedangkan beliau melihatnya. Hadits shohih
.     Hadits/As-Sunnah ini merupakan pedoman utama dalam Islamsetelah Al-Qur'an yg secara garis besar terbagi menjadi 2, shohih & dho'if. Hadits shohih sudah jelas mengamalkannya &berhujjah dengannya adalah sah, sebaliknya hadits dho'if tidak boleh di pakai untuk berhujjahberargumentasi maupun diamalkan sama sekali, kecuali jika ada hadits yg shohih yg semakna dengannya. Dalil kewajiban menerima hadits shohih adalah:

    "Dan semua yg datang kepada kalian dari Rosul, maka ambillah. Dan semua yg Dia(Rosul) melarang kalian, maka jauhilah."[QS Al-Hasyr : 5].

Al-Qur'an

1.2 Al-Qur'an
      Para ulama' mendefinisikan Al-Qur'an dengan bermacam2 definisi ada yang panjang dan ada yang pendek. Diantaranya, Al-Qur'an adalah kalaamulloh perkataan/firman Allah, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, dengan perantara Mala'ikat Jibril 'alaihissalaam, yang ditulis dalam mushaf2, & yg diriwayatkan kepada kita dengan mutawatirmutawatir adalah tingkat keshohihan sebuah riwayat. Riwayat itu ada banyak yang ketentuan dan keterangannya sudah dijelaskan oleh para ulama', diantaranya (dari yang paling tertinggi):
-Mutawatir [banyak jalan]
-Shohih [benar/sah]
-Hasan [baik]
-Dho'if [lemah]
-Dho'if Jiddan [sangat lemah]
-Mawdhu' [palsu]
-Munkar [diinkari]

      Al-Qur'an adalah pedoman Islam yang paling utama dalam pengambilan ajaran islam ini karena turunnya langsung dari Tuhan Semesta Alam. Al-Qur'an ini di akui oleh seluruh ummat islam kecuali sedikit sekali dikatakan tidak semua karena ada sebagian kelompok sesat yang mengaku sebagai islam namun mengingkari Al-Qur'an yang sekarang ini dan mengangap bahwa al-Qur'an yg skrg ini telah di palsukan padahal Allah berfirman dalam surat Al-Hijr ayat 7 "Sesungguhnya kamilah yang menurunkan dzikir itu(al-Qur'an) dan sesungguhnya kami menjaganya" diantaranya adalah kelompok Syi'ah Rofidhoh yang mengangkat sahabat Ali sampai derajat ketuhanan serta mereka mempunyai pengganti Al-Qur'an yang menurut mereka itu lebih shohih yg mrk sebut Lauh Fathimahdi dunia.

Apa Itu Islam?

1.1 Apa itu islam?

     Islam adalah sebuah ajaran dari Allah sekaligus agama, uang brtbasiskan rahmat/kasihsayang. Islam bukanlah agama yang keras melainkan tegas dan lemah lembut. Islam mempunyai 2 pedoman utama yaitu: Al-Qur'an dan As-Sunnah/Hadits. Islam membenci peperangan, tidak menyukai pertumpah darahan & suka memberi keringanan.
       Kemudian yang perlu di ketahui oleh setiap muslim adalah bahwa islam adalah agama yang satu, sebagaimana Allah memerintahkan kita dalam firmannya:
    "Dan berpeganglah kalian semua dengan tali Allah  dan jangan berpecah belah." Kita di perintahkan untuk bersatu & tidak berpecahbelah, namun hal ini tidak bisa di elakkan, hal ini dikuatkan lagi dengan sabda Rosul:
    "Ummatku akan berpecah menjadi 73 golongan, semuannua di neraka kecuali 1 saja..." Kemudian Nabi menjelaskan siapakah 1 golongan itu dalam lanjutan haditsnya:
    "...Yaitu (golongan) yang berada diatas apa yg aku dan para sahabatku berada di atasnya." Hadits ini shohoh diriwayatkan oleh ... dan di shohihkan oleh ...
    Jadi, sebenarnya kita diperintahkan untuk bersatu dan tidak berkelompok2. Bukannua kita malah ridho dan rela menyaksikan hal ini dan menganggap perpecahan itu hal yang biasa terjadi, melainkan kita harus berupaya untuk menyatukan umat islam ini kembali. Memang biasa terjadi, namun bagaimana pun kita tetap di perintahkan untuk bersatu dan tidak berpecahbelah. Dalil sudah jelas, bukti sudah pasti, lalu tinggal bagaimanakah kita bersatu? Untuk menjawab pertanyyaan ini, kita harus tahu mengapa umat islam ini berpecah belah. Nah... kita akan mengetahui dengan detail islam yang sebenarnya itu, dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah yg shohih in syaallah pd lanjutan artikel ini. Tolong di baca semua dahulu sebelum memastikan kebenaran &kesalahan yang ada, jangan tergesa2 menilai/mengklaim terlebih dahulu, sehingga kita mengetahui mana yang benar kemudian kita ikuti.